Presentasi Anak oleh Mathilde

Yayasan Anak bertemu dengan Mathilde Murielle pada tanggal 31/10/2017 pada saat kegiatan yoga yang dilaksanakan oleh Didier Dozias dan murid-muridnya dari organisasi l’Element des art ( https://www.ddozias-yoga-ayurveda.com/ ) bersama dengan anak-anak Lila Cita di senter Amed.

Tersentuh oleh kegiatan Yayasan Anak, Mathilde Murielle yang adalah wartawan reporter/pembuat vidio/sutradara memutuskan membantu yayasan dengan membuat vidio pendek yang memungkinkan kami menjelaskan kegiatan-kegiatan dan kebutuhan kami (Maya dan Pak Gonta yang ada di tempat diwawancarai).

Ini adalah hadiah yang indah buat Yayasan Anak yang selalu mencari cara untuk memperoleh dana. Terima kasih banyak buat Mathilde Murielle, buat sekolah Cinémagis de Mont de Marsan untuk pembuatan vidio ini dan buat Didier yang telah mempertemukan kami.. 

 

Kesaksian dari Joane (10th) – Juni 2017

Orang tua saya, adik saya dan saya berencana liburan ke Indonesia, sebuah perjalanan yang akan punya arti yang lain dari sekedar perjalanan keluarga.

Kami menghubungi Yayasan Anak di Perancis untuk mengetahui apa yang bisa kami bantu untuk yayasan ketika kami berada di Bali dan demikianlah kami membawa sebuah koper berisi mainan, pakaian dan peralatan sekolah.

Di samping bantuan materi, kami juga ingin membuat sebuah video pendek, dengan peralatan sederhana, film ini akan lebih mampu bercerita tentang suasana yang luar biasa dengan anak-anak yayasan dan lebih mudah untuk ikut serta dengan cara yang sederhana menceritakan kegiatan Yayasan Anak ketika kami kembali ke Prancis.

Ibu kepala sekolah saya, sejak melihat video ini, tampaknya tertarik untuk menjadi mitra dari pusat kegiatan Yayasan Anak di Pakisan !

Saya sangat bahagia bisa terus berhubungan dengan Yayasan Anak di Bali, program ini memungkinkan kami berkomunikasi dan saling mengenal satu sama lain.

 

Program Orang Tua Asuh

 

 

Program Pembangunan Dharma Cita – Asrama bagi 24 Siswa Perempuan

Seperti Dharma Cita di Singaraja yang sudah ada sebelumnya, yang dibuat tahun 2013, kebutuhan akan asrama ke dua menjadi penting di tahun 2017.

Keadaannya saat ini di asrama Dharma Cita, 6 siswa (diantara 36 siswa yang ada di sana) harus tinggal di sebuah rumah di depan Dharma Cita.

Terlebih lagi, pada awal tahun pelajaran juli 2017, 22 anak SMA baru akan tinggal di Singaraja untuk studi mereka, 9 anak akan pergi karena sudah akan tamat SMA. Jadi akan ada sebanyak 49 siswa SMA yang tinggal di Singaraja, 24 dari mereka adalah anak perempuan.

Jadi tepatlah bagi yayasan untuk membuat Dharma Cita 2 yang akan diperuntukkan hanya bagi remaja perempuan.

 

Anda bisa melihat film-film kami yang lainnya dengan mengunjungi saluran Youtube kami.